Selasa, 14 Mei 2013

Makalah Penyakit Hepatitis B


Definisi penyakit :
Hepatitis virus merupakan penyakit sistemik yang terutama mengenai hati. kebanyakan hepatitis virus akut pada anak atau orang dewasa disebabkan oleh salah satu dari agen berikut: virus hepatitis A (HAV), agen penyebab hepatitis virus tipe A (hepatitis infeksius); virus hepatitis B (HBV), penyebab hepatitis virus B (hepatitis serum); virus hepatitis C (HCV), agen hepatitis C (penyebab sering hepatitis pascatransfusi); atau virus hepatitis E (HEV), agen hepatitis yang ditularkan secara enterik. Virus lain yang menjadi penyebab hepatitis yang tidak dapat dimasukan kedalam gol.agen yang telah diketahui dan penyakit yang terkait dinyatakan sebagai hepatitis non-A-E. Virus lain yang diketahui sifatnya yang dapat menyebabkan hepatitis sporadik, seperti virus demam kuning, sitomegalovirus,virus epstein-barr,virus herpes simpleks, virus rubela dan enterovirus.
Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (HBV), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi. HBV penyebab hepatitis serum, HBV ditetapkan sebagai infeksi kronis terutama pada mereka yg terinfeksi sewaktu bayi. Ini merupakan faktor utama dalam perkembangan terakhir.
                                                                          





Deskripsi mikroorganisme :
Virus DNA, sera ganda parsial (partialli dauble straded), panjang genom sekitar 3200 pasangan basa. Mempunyai efelop/selubung. Didalam darah penderita Hepatitis B akut ditemui 3 bentuk partikel  virus, yaitu :
1.      Serferikal pleomorfik, diameter 17-25 nm, terdiri dari komponen selubung saja.
2.      Tubular/filament, diameter 22-200nm, juga komponen selubung.
3.      Partikel virion lengkap/partikel dane, terdiri dari genom HBV dan selubung, diameter 42 nm.






Gejala penyakit ditandai dengan adanya :
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.
Tanda gejala hepatitis B biasanya muncul setelah dua sampai tiga bulan setelah anda terinfeksi dan gejalanya dapat berfariasi dari yang ringan sampai prarah. Tanda dan gejala hepatitis B antara lain :
ü  Nyeri pada area perut
ü  Urin yang berwarna gelap
ü  Nyeri sendi
ü  Hilang nafsu makan
ü  Mual dan muntah
ü  Lemah dan kelelahan
ü  Kulit dan area putih pada mata menjadi kuning









Faktor dan Penyebab Resiko
Penyebab :
1.      Infeksi hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menular secara langsung melalui darah, air mani atau cairan tubuh lain. Ketika virus hepatitis b masuk kedalam hati , virus ini akan menyarang sel hati dan melipat gandakan dirinya . hal ini akan menyababkan pembekakan pada hati dan memicu tanda dan gejala infeksi hepatitis b
2.      Virus hepatitis b menular dengan cara
a.       Hubungan seksual
b.      Berbagi jarum suntik
c.       Kontak langsung dengan darah
d.      Menurun dari ibu kepada anak
Faktor Resiko :
a.       Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda beda tanpa menggunakan alat pengaman
b.      Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi hepatitis B tanpa menggunakan alat pengaman
c.       Memiliki penyakit seksual menular seperti gonorhea atau
chamydia
d.  Berbagi jarum suntik
e.  Satu rumah dengan  orang yang terinfeksi hepatitis B menjalani
     hemodialysis ( cuci darah )


Cara penularannya :
Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.
Penularan Hepatitis B (HBV) :
·         Masa inkubasi 50-180 hari (rata-rata 60-90)
·         Distribusi umur utama 15-29 tahun
·         Insidensi musiman sepanjang tahun
·         Jalan infeksi terutama parenteral
·         Keberadaan virus ada didarah berbulan-bulan sampai bertahun-tahun
·         Feses tidak ada
·         Urine tidak ada
·         Ludah,semen sering kali ada
·         Gambaran klinis dan laboratoris onset tersamar
·         Demam < 38ᵒC (100,4ᵒ F) kurang umum







Pemeriksaan :
1.      Menemukan virus dalam darah dengan mikroskop elektron
2.      Menemukan pertanda serologi infeksi (HBV)
3.      Menemukan (HBV) dna dengan hibridisasi atau PCR (polymerase chain reaction)
4.      Menemukan pertanda infeksi (HBV) pada jaringan biopsi hati

Ada tiga pemeriksaan standar yang biasa digunakan untuk menegakkan diagnosa infeksi hepatitis B yaitu:
  1. HBsAg (hepatitis B surface antigen): adalah satu dari penanda yang muncul dalam serum selama infeksi dan dapat dideteksi 2 -8 minggu sebelum munculnya kelainan kimiawi dalam hati atau terjadinya jaundice (penyakit kuning). Jika HBsAg berada dalam darah lebih dari 6 bulan berarti terjadi infeksi kronis. Pemeriksaan HBsAg bisa mendeteksi 90% infeksi akut.
    Fungsi dari pemeriksaan HBsAg diantaranya :
    -indikator paling penting adanya infeksi virus hepatitis B
    -mendiagnosa infeksi hepatitis akut dan kronik
    -tes penapisan (skrining) darah dan produk darah (serum, platelet dll)
    -skrining kehamilan
  2. Anti HBs (antobodi terhadap hepatitis B surface antigen): jika hasilnya “reaktif/positif” menunjukkan adanya kekebalan terhadap infeksi virus hepatitis B yang berasal dari vaksinasi ataupun proses penyembuhan masa lampau.
  3. Anti HBc (antibodi terhadap antigen inti hepatitis B): terdiri dari 2 tipe yaitu Anti HBc IgM dan Anti HBc IgG.
    Anti HBc IgM: - muncul 2 minggu setelah HBsAg terdeteksi dan bertahan hingga 6 bulan.
    -berperan pada core window(fase jendela) yaitu saat dimana HBsAg sudah hilang tetapi anti-HBs belum muncul
    Anti HBc IgG: -muncul sebelum anti HBcIgM hilang
    -terdeteksi pada hepatitis akut dan kronik
    -tidak mempunyai efek protektif
    Interpretasi hasil positif anti-HBc tergantung hasil pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs.
Parameter yang diperiksa untuk Hepatitis B :
  1. SGPT (ALT) : Tes fungsi hati untuk mengetahui adanya/tingkat kerusakan sel hati
  2. HBsAg : Untuk menentukan apakah terinfeksi virus Hepatitis B
  3. Anti-HBs : Untuk menentukan apakah sudah memiliki antibodi/kekebalan terhadap virus hepatitis B
  4. Anti-HBc(total) : Untuk membantu deteksi akut dan kronis
  5. IgM anti-HBc : Untuk mengetahui infeksi akut akibat virus hepatitis B
  6. HBeAg : Untuk mengetahui aktivitas virus
  7. Anti-HBe : Untuk mengetahui penurunan aktivitas virus
  8. HBV DNA : Untuk mengetahui kuantitas virus



Peran Bidan dalam pencegahan penyakit :
1.      Pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.
2.      Pemakaian sarung tangan ketika menangani semua bahan yang berpotensi infeksi
3.      Pemakaian perlindungan dan dilepas sebelum meninggalkan tempat kerja
4.      Memakai masker dan perlindungan mata
5.      Langsung buang jarum yang sudah tidak terpakai.













Komplikasi :
Infeksi hepatitis B yang didapatkan pada masa perinatal dan balita biasanya asimtomatik dan dapat menjadi kronik pada 90% kasus. Sedangkan bila infeksi terjadi pada orang dewasa hanya 5% yang menjadi kronik, sisanya akan sembuh dengan sempurna. Pada beberapa pasien hepatitis B kronik karsinoma hati dapat terjadi walaupun tidak ditemukan sirosis hati. Perkembangan menjadi sirosis dapat terjadi rata-rata 2-5% per tahun dengan HbeAg positif dan 8-10% pada pasien HbeAg negatif. Sirosis hati akan lebih banyak terjadi apabila ditemukan kadar HBV-DNA yang tinggi. Gagal hati (dekompensasi ditemukan pada 3,3% kasus sirosis tiap tahunnya), dengan gejala asites merupakan gejala terbanyak diikuti oleh ikterus dan perdarahan.
Angka kematian adalah 0-2% tanpa sirosis hati, sedangkan dengan sirosis 14-20% dalam waktu 5 tahun sedangkan bila terjadi dekompensasi meningkat hingga 70-80%.
Hepatitis akut dapat sembuh sempurna pada 90% kasus sedangkan pada hepatitis kronik hilangnya virus amat sukar. Walaupun demikian replikasi virus dapat terkontrol dengan anti virus, sehingga kemungkinan untuk menjadi sirosis dan kanker hati dapat dikurangi.
·         Komplikasi : Kronisitas pada 5-10%
·         Angka kematian (kasus ikterik) < 1-2%
·         HbsAg ada
·         Immunitas Homolog ya
·         Heterolog tidak
·         Durasi mungkin seumur hidup


Leptospirosis

 Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, Leptospirosis dikenal juga dengan nama Penyakit Weil, Demam Icterohemorrhage, Penyakit Swineherd's, infeksi dalam bentuk subakut tidak begitu memperlihatkan gejala klinis, sedangkan pada infeksi akut ditandai dengan gejala sepsis, radang ginjal interstisial, anemia hemolitik, radang hati dan keguguran 

Cara Penularan

Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui air (water borne disease). Urin (air kencing) dari individu yang terserang penyakit ini merupakan sumber utama penularan, baik pada manusia maupun pada hewan [5]. Kemampuan Leptospira untuk bergerak dengan cepat dalam air menjadi salah satu faktor penentu utama ia dapat menginfeksi induk semang (host) yang baru [7]. Hujan deras akan membantu penyebaran penyakit ini, terutama di daerah banjir [8]. Gerakan bakteri memang tidak memengaruhi kemampuannya untuk memasuki jaringan tubuh namun mendukung proses invasi dan penyebaran di dalam aliran darah induk semang [7].
Bakteri leptospirosis


Sifilis                                                                                                        
Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum.
Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus).
Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan; sebelum perkembangan tes serologikal, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut "Peniru Besar" karena sering dikira penyakit lainnya.





Tuberkulosis
Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia, Tuberkulosis adalah suatu infeksi menular dan bisa berakibat fatal, yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis atau Mycobacterium africanum.

Penularan

Penularan penyakit ini karena kontak dengan dahak atau menghirup titik-titik air dari bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kuman tuberkulosis, anak anak sering mendapatkan penularan dari orang dewasa di sekitar rumah maupun saat berada di fasilitas umum seperti kendaraan umum, rumah sakit dan dari lingkungan sekitar rumah



Toxsoplasmosis
Penyakit toxoplasmosis merupakan penyakit kosmopolitan dengan frekuensi tinggi di berbagai negara juga di Indonesia karena gejala klinisnya ringan maka sering kali Input dari pengamatan dokter. Padahal akibat yang ditimbulkannya memberikan beban berat bagi masyarakat seperti abortus, lahir mati maupun cacat kongenital. Diagnosis secara laboratoris cukup mudah yaitu dengan memeriksa antibodi kelas IgG dan IgM terhadap toxoplasmagondii akan dapat diketahui status penyakit penderita.
Dianjurkan untuk memeriksakan diri secara berkala pada wanita hamil trimester pertama akan kemungkinan terinfeksi dengan toxoplasmosis.





Amubiasis : Definisi
Amubiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa usus. Protozoa tersebut hidup di kolon, menyebabkan radang akut dan kronik yang disebut amubiasis intestinal. Bila tidak diobati amubiasis intestinal akan menjalar ke luar usus dan menyebabkan amubiasis ekstra-intestinal. Penyebab Entamoeba histolytica

Pencegahan
- Pencegahan meliputi perbaikan kesehatan lingkungan dan higiene perorangan,
desinfeksi sayur dan buah-buahan yang diduga kurang bersih.
- Pengidap kista tidak boleh bekerja di bidang penyiapan makanan dan
minuman.









Tanda-tanda Komplikasi Hepatitis B Kronis   
  • Mata kuning
  • Muntah darah
  • Badan lemas
  • Perut membuncit
  • Kaki bengkak 
 Virus hepatitis B bersarang di hati, tumbuh dan berkembang di dalamnya, bisa sampai puluhan tahun, tanpa orang merasakan gejala apa pun. Jika tidak dideteksi sejak dini, penderita baru tahu ketika sudah sampai tahap komplikasi, yaitu sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati.




Gambar virus hepatitis B

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar